Click here for Myspace Layouts

Popular Posts

Bahasa Indonesia (MAJAS)

MAJAS

Majas / gaya bahasa adalah bahasa kias untuk mengungkapkan gagasan yang menimbulkan keindahan.

3 macam majas :
  1. Majas perbandingan
  2. Majas pertentangan
  3. Majas pertautan
    Macam-macam Majas perbandingan :
    1. Majas perumpamaan / asosiasi : yang memperbandingkan benda hingga menjadi suatu benda secara jelas. Ciri-ciri = menggunakan kata umpama, bagai, bak, laksana. Contoh : wajahnya lembut bak kain sutera.
    2. Majas metafora : Majas yang memperbandingkan suatu benda dengan benda lain yang memiliki sifat sama. Contoh : Si jago merah melahap rumah itu.
    3. Majas alegori : Majas yang memperbandingkan suatu benda secara utuh adakalanya berupa cerita singkat yang mengandung nilai moral. Contoh : Putri salju cantik dan baik hati, penyihir cantik tetapi jahat.
    4. Majas personifikasi : Majas perbandingan yang menganggap suatu suatu benda bisa berbuat seperti manusia. Contoh : Nyiur melambai-lambai.
     Macam-macam Majas pertentangan :
    1. Majas hiperbola : Majas yang mengandung pernyataan yang dilebih-lebihkan (berlebihan). Contoh : Suaranya menggelegar seakan membelah bumi.
    2. Majas litotes : Majas yang menggunakan kata berlawanan arti dengan tujuan untuk merendahkan diri. Contoh : Makanlah seadanya (sebenarnya makanannya enak-enak).
    3. Majas ironi : Majas yang menggunakan kata berlawanan arti dengan tujuan menyindir lawan bicaranya. Contoh : Siska harum sekali sampai temannya pingsan.
    4. Majas paradoks : Majas yang menggunakan kata berlawanan arti tetapi objek yang dikemukakan berbeda. Contoh : Dia orang kaya tapi miskin hatinya.
    5. Majas antitesis : Majas yang menggunakan kata berlawanan arti dengan tujuan untuk menegaskan maksud. Contoh : Hidup matinya senang susahnya itu tanggung jawabku.
    Macam-macam Majas pertautan :
    1. Majas metonimia : penggunaan merk. Contoh : Ayahku berangkat ke Jakarta menaiki garuda. (jenis nama pesawat)
    2. Majas sinekdoks
    3. Majas eufimisme : perbandingan untuk kesopanan / menghaluskan makna. Contoh : Ia sudah berubah nakal.
    4. Majas alusio : perbandingan dengan menerapkan ungkapan / peribahasa yang lazim. Contoh : Bergaul dengannya memang makan hati.

    0 comment:

    Poskan Komentar